Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Berita

TRANSPORTASI PUBLIK
Kamis, 15 Maret 2018 11:51 WIB

Djoko: Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Berbasis Jalan Buruk


ilustrasi

Bisnisnews.id - Angkutan umum berbasis jalan terus merosot dari 52 persen pada 2002 mejadi 20 persen di 2010 dan data terakhir menunjukan tingkat pertumbuhannya menyentuh angka 16 persen. Masyarakat meninggalkan angkutan umum dan beralih ke angkuta pribadi, seperti sepeda motor serta kendaraan roda empat akibat buruknya kinerja pelayanan.

Pengamat trasportasi angkutan umum Djoko Setijowarno menyebutkan, merosotnya angka pertumbuhan angkutan umum berbasis jalan tesebut, menunjukan buruknya kinerja pelayanan, sehingga masyarakat beralih ke angkutan pribadi.

"Akibat buruknya pelayanan angkutan umum, publik mudah ditipu adanya angkutan bertarif murah. Seperti ojek on line dan taksi on line. Yang akhirnya, sekarang juga berujung masalah. Karena tidak mungkin angkutan sejenis itu murah, tanpa ada intervensi subsidi. Pasti ada suatu kebohongan yang tidak banyak diketahui publik," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/3/2018).

Dia menyarankan, kalau masyarakat ingin menggunakan transportasi murah, gunakan angkutan umum bersubsidi, seperti Bus Transjakarta dan KRL Jabodetabek.

Mengacu data Kementerian Perhubungan, ungkap Djoko, prosentase peran angkutan umum pada tahun 2000 hanya lima persen. Tahun 2002 naik 52 persen tapi pada 2010 kembali merosot hingga 20 persen dan data terakhir menyentuh angka 16 persen. Load factor rata-rata 35 pesen, kecepatan 15,6 persen. 

"Penyebabnya, lebih menyukai sepeda motor, keberadaan angkutan daring. Menurunnya kinerja angkutan dan menjadi tidak handal serta berbiaya besar dibanding moda lain," jelas Djoko.

Dampak lain, tuturnya, subsidi BBM dinikmati 93 persen kendaraan pribadi (53% mobil dan 40% sepeda motor), angkutan umum hanya menikmati menikmati subsidi sebesar tiga persen.

Data Korlantas (2016), angka kecelakaan terbesar sepeda motor (71%), berdasar usia, 78% korbannya pada usia produktif (16-50 tahun).

Revitalisasi angkutan umum di seluruh Indonesia harus segera dilakukan untuk memulihkan ke kondisi semula. Dukungan regulasi sudah ada, baik dari UU LLAJ (pasal 138, 139 dan 185). Demikan pula dalam.RPJMN 2015-2019, serta Rencana Strategis Nasional Kementerian Perhububungan 2015-2019.

Kelembagaan disempurnakan menuju konsep pemerintah membeli pelayanan (buy the service). Subsidi harus diberikan pada pengoperasian angkutan umum, melalui APBN, APBD, atau swasta. (Adhitio/Syam S))

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya