Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

ANGKUTAN MUDIK
Jumat, 13 April 2018 15:03 WIB

Kemenaker Disarankan Pemberian THR Dilakukan Maksimal H-7


Menhub Budi berbincang serius dengan Mensos Idrus Marham didampingi Anggota DPR Fraksi Golkar Antor Sihombing dalam Seminar Ikatan Nakhoda Niaga Indonesia (INNI) Kamis (12/4/2018) di gedung DPR RI (Foto: Dok BN)

Bisnisnews.id - Agar masyarakat yang akan mudik lebaran bisa berangkat lebih awal dan tidak berbareng pada hari 'H' Menteri Perubungan Budi Karya Sumadi mennyarankan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) maksimal H-7 Lebaran 2018.

Menteri Budi menyampaikan saran itu dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2018 di Kemenhub, Jakarta, Jumat (13/4/2018) yang dihadiri seluruh instansi terkait.

Pemberian THR lebih awak itu merupakan salah satu upaya mengurai kepadatan arus mudik, sehingga masyarakat dapat  leluasa mengatur keberangkatan dan lebih cepat pulang ke kampung halamannya serta tidak menumpuk di hari puncak mudik yang biasanya terjadi pada H-3.

Usulan lain yang disampaikan Menhub Budi ialah pelaksanaan libur sekolah harus dilakukan seoptimal mungkin sebelum Idul Fitri untuk mendistribusikan dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Penetapan hari libur bagi pekerja dan pelajar ini sangat menentukan pengurai tingkat kepadatan lalulintas.

Dalam rapat itu Menhub Budi juga memerintahkan jajarannya di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat agar menangani kemacetan dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Menyediakan kereta tambahan untuk Ditjen Perkeretaapian, menambah jumlah kapal dan kapasitas angkut untuk Ditjen Perhubungan Laut dan menambah jam operasi bandara untuk Ditjen Perhubungan Udara.

Sekretaris Jenderal Kemenaker Hery Sudarmanto mengatakan akan membahas terlebih dahulu dan mengoordinasikan dengan kementerian terkait.

"Kalau memang disepakati ya sebaiknya dilakukan supaya kita tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kalau padat pada berebut pulang, kalau lengang orang bisa cari waktu, sehingga lebih dipertimbangkan aspek sosialnnya," katanya.

Dijekaskan, keputusannya akan dikeluarkan Senin melalui Kepres bersama Kementerian Agama, Kemenaker, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia.(Rayza/Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya